GUNUNG MERAPI

11 Nov 2010

Gunung merapi Meletus yang terletak di antara jawa tengah dan dan DIY ini sudah memperlihatkan Aktivitas vulkanik yang menandakan akan segera memuntahkan isi yang ada didalamnya, dimana sejak senin kemarin status Gunung merapi sudah ditingkatkan menjadi awas.

Merapi karena menurut tanda-tamda alam yang dirasakan di sekitar lereng gunung tersebut memberikan sinyal bahwa gunung merapi segera akan meletus
Kondisi Gunung Merapi kian kritis. Mulai pukul 06.00 WIB kemarin, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status Merapi dari siaga menjadi awas. Keputusan status awas diambil berdasar data yang diperoleh melalui pengamatan seismik maupun visual terhadap puncak gunung yang menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik. Gejala itu mengarah pada erupsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Perkembangan cukup signifikan untuk menaikkan status dari siaga menjadi awas. Terjadi peningkatan jumlah dan energi gempa bumi sejak 22 Oktober,ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, di Kantor BBPTK Yogyakarta kemarin. Atas kondisi ini, BPPTK merekomendasikan berbagai pihak seperti Badan Nasional PenanggulanganBencana(BNPB),GubernurDIYogyakarta,GubernurJawaTengah,Bupati Sleman, Bupati Magelang, Bupati Klaten, dan Bupati Boyolali untuk segera mengungsikan penduduk dari daerah rawan bencana
Berita terbaru mengenai Gunung merapi meletus ini menyebutkan bahwa Kondisi Gunung Merapi kian kritis.Mulai pukul 06.00 WIB kemarin,Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status Merapi dari siaga menjadi awas. Keputusan status awas diambil berdasar data yang diperoleh melalui pengamatan seismik maupun visual terhadap puncak gunung yang menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik. Gejala itu mengarah pada erupsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Perkembangan cukup signifikan untuk menaikkan status dari siaga menjadi awas. Terjadi peningkatan jumlah dan energi gempa bumi sejak 22 Oktober,ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, di Kantor BBPTK Yogyakarta kemarin.
Atas kondisi ini, BPPTK merekomendasikan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur DI Yogyakarta,Gubernur Jawa Tengah, Bupati Sleman, Bupati Magelang, Bupati Klaten, dan Bupati Boyolali untuk segera mengungsikan penduduk dari daerah rawan bencan
Lava meluncur
Sekitar pukul 13.01 terlihat luncuran lava ke arah barat, yaitu ke Kali Senowo, dan Kali Lamat di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, semuanya di Jawa Tengah. Pada kejadian sebelumnya, luncuran lava selalu mengarah ke selatan, ke arah Kali Gendol, kata Repiyo, petugas Pos Pengamatan Ngepos, Srumbung, Magelang.
Repiyo mengatakan, lava tersebut bukan merupakan guguran lava pijar. Luncuran lava sepanjang 2 kilometer itu berlangsung selama dua menit. Guguran lava ini menimbulkan gumpalan asap putih dari atas gunung, yang terlihat dari Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung. Hal ini sempat membuat panik penduduk yang mengira guguran lava itu gumpalan awan panas (wedhus gembel).
Di Klaten, warga Dusun Karangbutan, Desa Sidorejo, yang berada di daerah aliran Kali Woro, merasakan meningkatnya suhu udara.
Penduduk Kabupaten Boyolali, Jateng, di daerah Selo, sejak dua hari lalu juga melihat belasan ekor kera dan burung turun dari hutan Merapi ke kebun-kebun penduduk.
Tentang merapi
lokasinya meliputi Klaten, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah) dan Sleman (DI Yogyakarta), mulai memberikan tanda akan meletus pada Oktober 2010 ini. Kini hingga postingan ini saya buat, status Gunung Merapi kini meningkat dari status Waspada level II menjadi siaga. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya, letusan Gunung Merapi hanya tinggal menunggu waktu dan mengenai letusannya ada kemungkinan letusan Gunung Merapi kali ini eksplosif dan menyebar ke segala arah.
Jika melihat perubahan yang terjadi sejak September hingga saat ini, diperkirakan Gunung Merapi sudah mencapai kondisi point of no return. Artinya, tak akan kembali lagi ke keadaan semula, ujar Surono Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi seperti dikutip Kompas Surono di Yogyakarta, Jumat (22 Oktober 2010) malam.
Yup, tanda-tanda Gunung Merapi akan meletus sudah tampak sejak pertengahan September 2010. Warga disekitar Gunung Merapi pun tampak sudah bersiap. Pemkab Boyolali kini sudah membagikan sekitar 6.000 masker kepada warga tiga desa di Kecamatan Selo. Di Klaten, Dinas Kesehatan Klaten, Jawa Tengah, menyiagakan 34 ambulans. Di Yogyakarta, Pemprov DIY telah menyiapkan dana tak terduga yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk berbagai keperluan jika Gunung Merapi benar-benar meletus. Namun, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tak dapat memaksa masyarakat sekitar lereng Gunung Merapi untuk segera mengungsi. Hal tersebut karena kebiasaan masyarakat selama ini.
Namun mengenai kapan tepatnya Gunung Merapi Meletus, tidak bisa diperkirakan dengan pasti. Begitupun arah letusannya. Karena seperti yang dikatakan Surono, hanya Gunung Merapi sendiri yang tahu kapan dia akan meletus, dan yang pasti Tuhan yang memutuskaan. Wallahu Alam
Profil dan Sejarah Letusan Gunung Merapi
Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi di Indonesia yang masih aktif. Terletak di Jawa Tengah dengan ketinggian 2.968 m (9.737 kaki). Lokasinya meliputi Klaten, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah) dan Sleman (DI Yogyakarta). Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.
Gunung Merapi terakhir meletus pada tahun 2006 silam. Sejak Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Menurut keterangan di Wikipedia, letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Berikut ini detilnya :
o Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
o Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur.
o Letusan Gunung Merapi di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.
o Letusan Gunung Merapi pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan kepala keluarga serta memakan korban puluhan jiwa manusia.
o Letusan Gunung Merapi pada 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa.
o Pada tanggal 15 Mei 2006 Gunung Merapi kembali meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Disambung kemudian pada 8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman.
Kini, selain melakukan antisipasi terhadap effeknya, kita hanya bisa berdoa agar effek atau dampak letusan Gunung Merapi (jika pun Gunung Merapi kembali meletus) tidak menimbulkan kerusakan parah.
Deni Andriana

Edit : 1 November 2010
Tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merap akhirnya benar-benar meletus kembali. Hingga artikel ini saya perbaharui, letusan masih terjadi. Warga sekitar masih mengungsi. Menurut data yang dilansir sejumlah media, puluhan warga meninggal dan salah satunya adalah kuncen Merapi yakni Mbah Marijan.
Semoga almarhum yang meninggal diterima disisiNya dan masyarakat sekitar yang sekarang dalam pengungsian diberikan ketabahan dan kesehatan.
Sumber : www.google.com


TAGS


-

Author

Follow Me