Interaksi dan struktur sosial SRUKTUR INTERAKSI KELOMPOK DALAM PEMBANGUNAN Penelitian di Tiga Desa Santri Oleh :Sunyoto Usman

1 Mar 2013

Praktikum ke- 3 Hari/Tanggal : Senin/ 25 Februari 2013 MK : Sosiologi Umum Tempat :CCR 2.12

Interaksi dan struktur sosial

SRUKTUR INTERAKSI KELOMPOK DALAM PEMBANGUNAN

Penelitian di Tiga Desa Santri

Oleh :Sunyoto Usman

TOLONG BANTU PERBAIKI PERTANIAN KAMI

Oleh :Muhammad Syaifullah

TRI AGUSTIN

B04120047

Asisten

Ifdal (I14100089)

1.Resume

Bacaan 1

Struktur di dalam masyarakat meliputi kelompok elit dan masyarakat.Kelompok elit memiliki peranan yang besar dalam mengatur daan mengelola system di masyarakat. Kelompok elit bisa berasal dari kalangan akademis yang memiliki kelebihan seperti kepandaian,keterampilan dan kemampuan lebih untuk mengatur persoalan hidup,selain itu kelompok elit juga bisa lahir dari suatu kompleksitas organisasi sosial,terutama dalam hal menjawab tantangan heterogenitas masalah ekonomi dan politik.

Kelompok elit yang hidup di dalam masyarakat pedesaan adalah mereka yang memiliki jabatan seperti lurah,perangkat desa (pamong desa), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa(LKMD),Kelompok Tani, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, petani kaya, guru, atau para pegawai negeri yang bekerja didesa ataupun di kota.Mereka dianggap oleh warganya memiliki nilai strata sosial yang lebih tinggi.Mereka memiliki gaya hidup yang berbeda dari kehidupan masyarakat umumnya.Kelompok elit dianggap memiliki kemampuan potensial sebagai agen perubahan,yang menghubungkan antara kemauan pemerintah dengan kepentingan anggota Masyarakat. Sebagai contoh,ketika masyarakat membutuhkan masukan dalam hal pertanian,mereka membutuhkan suatu sosialisasi pertanian, disinilah peranan kalangan elit bertindak.

Dalam kehidupan nyata ,peran Figur serta tokoh agama juga memiliki sangat penting dalam membangun suatu peradaban, figur agama seperti inilah yang dijadikan oleh warganya sebagai referensi sikap dan acuan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat.Di daerah Jombang misalnya, para pengikut ajaran tokoh agama diharuskan untuk taat kepada ajarannya, seperti halnya guru dengan muridnya, wujud ketaaatan tersebut dapat mendatangkan keberkahan bagi para pengikutnya, sebagai murid bisa memperoleh suatu pencerahan ilmu agama, menambah keimanan dan kerohanian masing-masing umatnya. Namun bisa juga mendatangkan malapetaka atau lakhnat bagi mereka yang ingkar kepada gurunya.Mereka yang ingkar bisa saja mendapat suatu musibah karena perbuatan yang dilakukannya. Interaksi antara kelompok elit dan masyarakat inilah yang seharusnya kita tanamkan dalam praktik kehidupan nyata. Interaksi yang mampu melahirkan hubungan yang koordinatif yang dilandaskan dalam mewujudkan suatu kesejahteraan bersama.

Bacaan 2

Ade Suharso, Kepala seksi Konservasi TN Kutai wilayah Tanjung Limau memimpin pertemuan antara petugas Jagawana dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo . Kepala Dusun Kondolo, Manap mengungkapkan, warganya yang masih saja membuka lahan hutan karena alasan untuk mempertahankan hidup. Hal tersebut dikarenakan sawah mereka dilanda kekeringan,mau tak mau mereka harus membuka perkebunan sawah dihutan agar mereka bisa tetap hidup .Pihak Ade Suharso menuturkan, bentuk konflik yang terjadi selama ini karena terjadinya miss komunikasi dengan warga pemukiman yang berada di pinggiran. Perlawanan warga terhadap petugas dikarenakan warga menolak penyelamatan kawasan hutan konservasi, agar warga tidak memperluas lahan hutan untuk dijadikan pemukiman atau dijadikan areal perkebunan karena alas an masalah hidup.

Mungkin warga yang mencari kayu hanya sedikit, namun kegiatan warga untuk membuka lahan baru sangat banyak .Hal ini bisa menyebabkam berkurangnya luas hutan,terlebih bisa mendatangkan ancaman bencana alam. Tony petugas jagawana menuturkan, pihaknya tahu siapa-siapa saja warga yang membuka hutan memang untuk bertujuan merambah hutan,namun dirinya memiliki pandangan tersendiri,kalaupun ketahuanpun merambah hutan,namun upaya penegakan hukum di Indonesia masih lemah.

Adief Mulyadi ,Direktur yayasan Bina Kelola Lingkungan (Bikal) menuturkan permasalahan yang ada selama ini merupakan akumulasi pesoalan semenjak kawasan hutan ini dijadikan konservasi.Penetapan kebijakan tiga desa definitife.yakni Teluk Pandan,Sangkinah,dan Sanggata yang tidak disesuaikan dengan kebijakan pengeoalaan TN Kutai menjadikan batas-batas desa menjadi tidaklah jelas. Ini pula yang menjadikan hubungan antara warga dengan pihak jagawana menjdi renggang,membuat kepentingan diantara mereka saling bertolak belakang.

2.Analisis

Interaksi sosial merupakan hubungan Sosial yang dinamis,menyangkut hubungan antar orang perorangan,antara kelompok-kelompok manusia ,antara orang perorangan dengan kelompok manusia.Bentuk-bentuk interaksi sosial mencakup :

(1) Proses mempersatukan : kerjasama,akomodasi,dan asimilasi.

(2) Proses menjauhkan :persaingan,kontravensi dan konflik.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bacaan 1

Bacaan 2

Kerjasama

Individu dengan Individu

Interaksi antara masing pamong desa dengan pamong desa

Individu dengan kelompok

a.Pemuka agama memberikan ceramah kepada warganya agar rajin beribadah.

b.Warga bersedia menyumbangkan uangnya ke pamong desa untuk membentuk organisasi sosial

Kerjasama antara orang-orang bermodal dari Sanggata,Bontang dengan para Pamong desa dalam membagi-bagi lahan di daerah PN Kutai.

Kelompok dengan kelompok

a.Pamong desa bersama petani-petani kaya menjalankan proyek pembangunan desa.

Warga setempat saling bekerjasama dengan orang luar dalam pembagian lahan TNI kutai

Akomodasi

Individu dengan Individu

Toleransi antar warga masyarakat ,agar terjadi kerukunan hidup agar tidak terjadi konflik.

Individu dengan kelompok

Ade Suharso memimpin dialog dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo.

Kelompok dengan kelompok

Kelompok elit menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat

Dialog terbuka antara petugas jagawana dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo,

Asimilasi

Individu dengan Individu

Pemilik intelektualitas, kewibawaan,dan kekayaan saling menyatu membentuk kekuatan yang mampu mengukuhkan suatu kelas tersendiri.

Individu dengan kelompok

Kelompok dengan kelompok

Warga masyarakat dengan petugas jagawana terus mengupayakan penyatuan gagasan namun tetap saja ada jarak diantara keduanya

Persaingan

Individu dengan Individu

Persaingan antar pencari kerja untuk bekerja di perusahaan penghasil dolar dikota Sanggata dan Bontang.

Individu dengan kelompok

Kelompok dengan kelompok

Pamong desa dan tokoh agama saling berebut suara

Persaingan antar perusahaan penghasil dolar,seperti KPC,dan perusahaan pupuk

Kontravensi

Individu dengan Individu

Individu dengan kelompok

Tokoh masyarakat yang kerap diundang untuk mencari jaln keluar permasalahan malah mengajarka warganya untuk terus membuka lahan hutan

Kelompok dengan kelompok

a Massa menghadang petugas jagawana saat mendatangi Kepala Desa Sangkimah.

b.Massa menghadang kalangan pelajar dan aparat keamanan yang akan melakukan penghijauan dalam upaya penyelamatan kawasan hutan konservasi

c.Adanya salah paham antara masyarakat dan TN Kutai, sehingga masyarakat semakin melakukan tindakan-tindakan anarkis.

d.Tidak adanya singkronisasi kebijakan soal hutan antara pemerintah pusat, Pemda Kaltim dan Pemda Kutait

Konflik

Individu dengan Individu

Individu dengan kelompok

a.ada warga yang terpaksa membuka lahan untuk mempertahankan hidup meski sudah dilrang oleh petugas jagawana

Kelompok dengan kelompok

a.kelompok pribumi tetap mempertahankan lahannya yang ingin dibeli masyarakat pendatang.

b.pertikain antara masyarakat dengan pemerintah daerah karena sebab minimnya perhatian dari pemda.

3.Derajat Integrasi dan Disentegrasi

Integrasi terjadi pada bacaan 1,dimana para pamong desa ,kalangan elit,saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam masyarakat. Pemuka agama dijadikan panutan dalam mengambil tindakan,berperan penting dalam spiritual warganya.

Disentegrasi terjadi pada bacaan 2,dimana terjadi kontroversi berupa penolakan warga terhadap segala bentuk tindakan yang dilakukan petugas jagawana ,Ini dikarenakan adanya komunikasi yang tidak sampai secara menyeluruh ke pemukiman yang berada di pinggiran,sehingga tindakan yang diambil oleh petugas jagawana selalu bertolakbelakang dengan kehendak warga pemukiman.


TAGS


-

Author

Follow Me